Jumat, Agustus 03, 2012

#8 Oreo Mint Chocolate Ice Cream


1.
Ini hari Senin. Hari untuk jadi fenimin. Hari untuk menikmati kemang kala dingin dengan rok mini. Remang-remang di Kemang, bercumbu dengan Mario. Lelaki blasteran belanda dengan gadget penuh di saku bagian dada. Laki-laki populer di lantai dansa.

2.
Ini hari Rabu. Setiap Rabu aku selalu pergi ke perpustakaan. Dengan rok span abu-abu lengkap dengan baju  berkerah renda-renda dibagian bahu. Aku dan Jim bermain-main debu sambil curi-curi pandang saling beradu. Jim. Lelaki bermasa depan cermelang. Anak dari pemilik apotek gemilang, tampan, cerdas, magister farmasi, lulus tahun depan.

3.
Ini hari Jum'at. Hari menikmati nonton hemat dengan Dante. Siswa SMA kelas 2 di SMA ternama di Bandung. Brondong? Iya. Kata orang jalan sama brondong bisa bikin awet muda. Yasudah aku coba.


***

Orang sebut aku playgirl. Pemain wanita katanya. Aku bahkan tidak tau arti kata itu. Main? Main hati maksudnya? Aku tidak pernah memainkan hati siapapun. Aku hanyalah korban sebuah trend masa kini yang mereka sebut "Emansipasi Wanita". Sebuah pemikiran bahwa wanitapun bisa melakukan hal yang sama dengan pria

***

Di caffe kecil di pinggir kota, aku menikmati sore-sore pekan kota metropolitan. Sendiri dengan segelas oreo mint chocolate ice cream. Aku sengaja tidak mengaduknya. Aku suka mencicipinya satu-satu.

Oreo. Biskuit coklat berisi cream vanila. Aku peragakan cara memakannya sesuai ajaran televisi. Tidak kenyang sih, tapi cukup memanjakan lidah jika dinikmati. Seperti bermain ballet dengan pria latin. Berputar... berputar... lalu bersentuhan.. melayang.. dan tenggelam.

Berlanjut.... kemudian Mint. Aku suka ice cream mint. Mint itu dingin. Dingin itu suka bikin penasaran kadang-kadang. Kayak malu-malu tapi mau. Ah, aku tidak ingin memakannya dulu. Aku sisakan sampai semua sudah terlahap tak bersisa.

Sekarang giliran ice cream chocolate. Rasa yang membosankan. Aku sudah sering mencicipinya dari kecil. Ya begitu begitu saja rasanya. Aku hanya suka menambahkannya sebagai penyeimbang rasa dalam sajian komplit.

Oreo Mint Chocolate Ice Cream. Tiga hal yang berbeda yang tidak ingin aku aduk jadi satu. Karna justru kesenangannya ketika dicicipi satu-satu. Begitu pula dengan Mario, Jim, dan Dante. Aku tidak ingin memilikinya sekaligus. Aku hanya ingin menikmatinya satu-satu seperti Oreo Mint Chocolate Ice Cream

from: google



2 komentar:

boti mengatakan...

nek, yang nomer 2 itu kenapa harus magister farmasi??? aaarghh..
*emot demi apa*
jangan-jangan kamu di belakangku diam2 jalan sama mas jakaaaa.. tidaaaakksss!! X__X
dan nek, aku suka oreo + mint.
aku jadi agak2 terpoke dengan ceritamu yang ini.. hahahahakkkss..

Amalia Jiandra mengatakan...

X)) emang sengaja untuk memancingmu komen.. hwuahahhaahaa....