Selasa, Juli 01, 2014

Jeda


Sore itu aku sedang duduk beberapa jengkal di sampingmu. Sore pertama setelah berapa pekan kita tidak pernah lagi berbagi cerita. Sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu, tentang hal-hal yang bisa kita pikirkan, rasakan, dan tertawakan bersama. Tetapi aku memilih untuk diam. Sesekali aku menoleh ke arahmu sambil menerka rasa rindu seperti apa yang aku rasakan. Seperti dulu, kau selalu terlihat sibuk di depan laptopmu. Tapi untuk kali ini, aku tau kau sangat serius ingin segera menggapai apa yang kau impikan sejak dulu. Sore itu menjadi sore yang lambat. Entah bagaimana detik berjalan sangat lama dalam diam kita masing-masing. Sejenak aku mengingat sore yang sama di tahun yang lalu, kita duduk seakan membuat sudut di sebuah tempat makan klasik di tengah kota. Tak ada bincang yang panjang atau tawa diantara kita, hanya diam dan tenggelam dalam pandangan tanpa terka. Ketika kita bosan dengan diam sesekali kita melihat atap... melihat meja.. ke jendela..Lalu tak sengaja aku melihat bapak-bapak di bangku pojok sedang menikmati secangkir kopi. 

"Kenapa orang itu minum kopi pake di tuangin di lepek dulu?"

"Ya itu namanya seni meminum kopi"

"Kenapa gitu?"

"Biasanya kalau diminum pakai lepek gitu kopi hitam. Cara menikmati kopi hitam paling enak memang dituangkan di lepek dulu supaya bisa menikmati seruput demi seruput. Kalau langsung diminum ya bukan minum kopi hitam tapi minum es teh"

"Iya sih ya"

"Setiap orang punya caranya sendiri menikmati apa yang dia senangi. Dan cara menikmati paling enak adalah menikmati sedikit demi sedikit"

.........

Sore semakin larut kita masih dalam diam kita masing-masing. Aku melihat alismu mulai turun...Tanda kau mulai resah melihat sesuatu yang kau pandangi sejak tadi. Akupun mulai bosan.. Aku melihat meja.. kolong meja...melihat langit-langit... kemudian atensiku tersedot oleh laki-laki dan perempuan yang duduk berhadap-hadapan jauh dari tempat duduk kita. Sebenarnya aku tidak yakin mereka sepasang kekasih. Aku mencoba menerjemahkan tatapan mata mereka. Tunggu........Mungkin mereka sedang jatuh cinta. Mereka terlihat begitu menikmati waktu mereka dengan saling memandang. Memang tanpa tawa, tapi ada rasa yang mereka utarakan tanpa kata.

Aku sekarang paham apa yang pernah kamu katakan. Bahwa setiap orang memiliki caranya sendiri menikmati apa yang dia senangi. Dan memang yang paling enak adalah menikmati sedikit demi sedikit. 


"Aku pulang duluan ya"

"Iya"


Seperti menikmati......... jeda. 



"Seindah apapun huruf yang terukir, dapatkah ia bermakna apabila tanpa jeda? 
Kasih sayang akan membawa dua orang saling berdekatan, 
tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu"
(Dewi Lestari)

Senin, Juni 23, 2014

Pentas Seni


Bersama para orang tua TK B

Yang satu pose meratapi nasip :)))) yang satu lagi mandangin apa ma di langit?? duh

Narsis sama bunda Attiyah dan bunda Ega :3

Farel ngapin rel? 

Tau gak ini zentra jadi apa? jadi BAK MANDI! hahahaha
 
aku bakal kangen banget sama anak satu ini :")

ega, farel, yafi, bagas


Good Luck, kids! 

Minggu, Juni 22, 2014

Satu Tahun


Setahun bersama mereka sangat menyenangkan. Dibalik keluhan-keluahan kecil tentang kebingungan aku, aku menikmati kebersamaan dengan mereka. Mengenal mereka adalah anugerah yang indah. Iya, Seperti lirik lagu sheila on 7 "Melihat tawamu mendengar senandungmu terlihat jelas dimataku warna-warni indahmu" Melihat mereka tertawa saja aku senang. Aku suka mengamati kekanak-kanakan mereka, kadang dari dekat, menyamar jadi wasit di permainan sepak bola atau sekedar penganggu mereka bermain. Kadang dari kejauhan sekedar menoleh ketika dipanggil dan mereka memamerkan apa yang dia dapat dari halaman sekolah. Cukup dengan seperti itu aku senang, melihat mereka tertawa walau tidak ikut tertawa. Aku juga senang sekali ketika bisa berbagi cerita. Selama aku bersama mereka, aku belajar cara mendidik anak paling murajab adalah mengajaknya bicara. Mereka lebih sering curhat dan aku mendengarkan. Ya walaupun apa yang mereka curhatkan tidak seberat masalah orang dewasa. Tapi bagi mereka terkadang bisa bersifat sensitif bagi mereka. Pernah suatu hari, salah satu dari mereka curhat kalau dia tidak suka kamarnya dirubah. Katanya "Aku tidak suka perubahan. Itu membuatku tidak nyaman". Dia berusaha mengatakan ke orangtuanya tetapi katanya terpaksa dirubah. Ya akhirnya pembicaraan kita berakhir pada "Ya ada hal yang mau tidak mau kita harus menerimanya". Memang pembicaraan ini terdengar berat untuk permasalahan yang sepele bagi kita. Tapi setidaknya mereka merasa orang dewasa bisa memahami perasaannya walaupun tidak memberi jalan keluar sesuai apa yang dia mau. Terkadang orang dewasa terburu menyimpulkan perkataan anak-anak. Pernah juga suatu hari, aku dan seorang anak duduk di ayunan dan berbincang. Dia bercerita tentang "Nanda loh suka Bagas, tapi Bagas gak suka Nanda. Aku itu sudah bilang Nanda tapi tetep Nanda suka deket-deket Bagas". Komentarku? Diam. Tidak semua cerita harus dikomentari tetapi terkadang hanya ingin didengarkan. Hal-hal seperti itu yang mungkin akan aku rindukan. Berbicara banyak hal dengan mereka :)

Hari ini adalah Pentas Seni. Selama 2 minggu kita berlatih bersama untuk menampilkan drama musikal. Mereka anak-anak yang hebat! Walaupun di Hari H yaaaa tetap namanya Pentas Seni anak-anak. Mereka terlalu semangat saat melihat banyak mic berkeliaran. Banyak suara lucu bahkan ketika mereka harusnya bernyanyi atau memainkan angklung, bahkan ketika mereka harus berakting tidur lalu diberi mig jadinya malah mainan mic :)) ya sudahlah anak-anak. Kerja keras kita terbayar dengan anak-anak bisa menampilkan drama musikal dengan senang hati. Ya paling penting mereka senang melakukannya. Tapi sebenarnya bukan itu tapi yang mau aku ceritakan. Tapi akhir sesi dari Pentas Seni yaitu bersalaman dengan orangtua. Kita berfoto bersama, bercerita, saling mendoakan satu sama lain ke depannya. Satu titik aku merasa memiliki. Dan aku senang merasa bahwa ternyata selama ini mereka sudah percaya dan senang menitipkan anaknya kepada kami. Kami banyak kekurangan, tetapi mereka jarang sekali mengkritik. Mereka adalah orangtua yang hebat dan memiliki anak hebat dengan semua kelebihan dan kekurangan mereka! Semoga mereka tidak lelah memberikan yang terbaik untuk anak mereka! Senang sekali bisa mengenal mereka :D



Minggu, Mei 25, 2014

Yang tercinta


"Aku percaya takdir akan membawa kita kepada yang tercinta"

Lebih dari suka dengan anak-anak, aku mulai jatuh cinta dengan pendidikan anak-anak. Bukan karena ulah mereka yang lucu, lebih dari sekedar itu. Kalau kata maudy ayunda "tapi mengapa cinta datang terlambat~" #AlaSaifulJamil #oposeh -_- aku jatuh cinta setelah lama sekali melewati psikologi pendidikan dan merasa kenapa aku dulu kok gak nanya ini itu ya? padahal sekarang banyak suka bingungnya. Aku dulu merasa tersiksa batin #lebay waktu ngambil psikologi pendidikan karna ada pak *sebut saja budi* yang kalau ada orang nanya aja dia harus ngeritik pertanyaan itu rece atau gak berbobot. Padahal menurutku kan orang nanya karena dia gak tau dan pengen tau. Ya walaupun mungkin asumsinya kalau kita belajar kita akan bertanya hal-hal yang lebih kritis. Balik soal objek yang aku jatuhi cinta *apa seh bahasaku ini makin absurd* Salah satu yang membuat aku jatuh cinta karena seorang anak yang istimewa. Namanya Fadhiel. Sebenarnya aku sudah kenal anak ini sejak 1,5 tahun yang lalu. Aku sering diminta tolongi untuk mengajar dikelasnya dan membantunya belajar. Waktu pertama kali, aku melihat dia sebagai anak yang bersuara kencang. Dia suka berteriak-teriak dan memukul kaca kelas. Tapi selalu ada alasan dibalik hal yang dia lakukan, biasanya dia berteriak karena dia ingin memanggil guru atau teman yang diluar kelas dan lewat. Begitu juga saat dia memukul kaca kelas, karena orang yang dia panggil tidak menoleh. Ternyata periode berikutnya aku dan dia berada dalam satu kelas. Hampir setiap hari aku berinteraksi dengannya, dan belajar bersamanya. Witing tresno jalaran soko kulino. Ya sudah jelas, semakin lama bertemu aku semakin belajar mengenalnya. Kalau ada orang yang lebih absurd dari aku, itu Fadhiel. Dia suka motong rambutnya sendiri (kadang2 rambut temennya jg sih), suka ngemut jempol kaki, suka mbauin rambut temennya mana yang wangi mana yang apek :)), suka bertanya hal yang sama berulang kali dalam sehari padahal dia sudah tau jawabannya, bahkan dia sering bertanya hal yang sama terus dan menjawab sendiri. Dia bakal jawab sendiri kalau yang ditanyain mukanya udah datar kayak gini (-_-) *that's me too! HAHA* Kadang kalau isengku kumat, aku akan menjawab pertanyaannya dengan panjang lebar. Pernah dia bertanya "Bu dhani tk b?", aku jawab dengan menjelaskan mekanisme pergantian posisi mengajar tiap semester, kenapa harus seperti itu, dan siapa saja yang berganti dan tetap. Setelah itu? Dia ngowoh. Trus dia pergi dan gak tanya lagi >:)) *yes, i win!* Mungkin yang sekilas melihatnya bisa saja memandang sebelah mata, tapi menurutku dia itu peka dengan sekitar dan suka mengomentari banyak hal. Seperti saat kejadian tragedi rusaknya taman bungkul *lebay banget bahasaku*, besoknya dia teriak2 "Bu ismaa.. bungkul... rusak" seperti itu hampir sepanjang hari. Dia juga suka kenalan sama bapak2. Beberapa kali waktu ada tukang jualan atau sekedar bapak-bapak lewat, dia selalu manggil. Dan tiba-tiba, aku sudah ngelihat dia ngobrol sama bapak2nya. Ada banyak hal yang orang pandang sebelah mata darinya, padahal dia tidak seperti orang pandang sekilas. Sebenernya bukan hanya tentang Fadhiel, aku perlahan mencintai semua anak yang tergolong istimewa, aku tidak ingin memakai tanda kutip, karena mereka juga istimewa seperti istilah istimewa yang pada umumnya dipakai. Mereka juga berhak untuk dicintai dengan tulus dan diterima apa adanya.


"Semoga takdir akan selalu membawaku kepada yang ku cintai"


Selasa, Mei 06, 2014

Tuesday Morning


Halo,
Bulan ini bulan Mei, bulan depan Juni. Dan di bulan Juni ada event besar. PENSI! \m/ Sebenernya nggak sabar banget pengen cerita persiapan pensi anak-anak :D aaaaa.. Ini pensi tahun kedua ku sama mereka. Dan dipastikan pensi tahun ini jauh lebih seru. #goyang2pinggul Tapi nanti aja ceritanya. Yang jelas sejauh ini, aku cinta banget sama mereka #emotesejutacinta Eh gak mereka aja sih tapi semua yang ada disana. Oh ya belakangan ini jadi suka ngobrol sama wali murid. Dulu agak canggung sih, eh ternyata mereka juga enak diajak ngobrol. Bahkan pembicaraanya rada koplak ~.~ haumm.. jadi suatu hari sebut saja wali muridnya Bunga #eaaaa jadi kita ngobrolin tentang "lulus" #ehm #sensitif

Sebut saja Bunga: "Mel, kamu angkatan berapa sih kok belum lulus?"

Aku: *berusaha stay cool padahal emote jatuh terhempas dalam lautan yang dalam* "2009, kenapa bunda?"

Sebut saja Bunga: "Eh kita jaraknya jauh ya ternyata #wuaaaat #yolawaslah eh tapi nggak papa sih aku dulu juga lulusnya lama kok mel. Eh tapi aku nikah dulu sih. Jadi ngerjain skripsi sama ngurusin anak"

Aku: *tetap stay cool*

Sebut saja Bunga: "Eh aku tau mel, gimana kalau kamu nikah dulu aja. Biar punya alasan ke dosen pembimbing lulusnya lama soalnya ngurus anak kayak aku"

Aku: *freeze*

........ Oke saran yang bagus #kemudianlelangkandiri

Yaaa walaupun terbully, tapi rasanya senang bisa dekat sama orang tua anak-anak :D #apalagiyangmasihsingle #uwooosalahfokus :)))

Tapi juga ada nggak enaknya gumbul sama ibu-ibu yang sudah beranak #uwoposiih.. pernah suatu hari pas rapotan sama wali murid sama guru PJ jadi kita lagi bahas susahnya ngasuh anak, apalagi ibu-ibu yang kerja, susah buat gak pernah bete sama anak pas udah capek di kantor.. Dan pembicaraan itu berakhir "Kamu sih mel belum nikah nanti kamu pasti ngerasain susahnya" *merasa di pojokkan* *memang duduk pojokkan* Aku jadi merasa salah masuk genk, harusnya masuk genk matematika yang isinya anak-anak SMA yang belajar remidi matematika. Bukannya masuk genk ibu-ibu PKK padang rembulan yang hobi desel-deselan kalau ada promo panci diskon. -_- bisa-bisa kalau aku terus masuk dalam pembicaraan ini aku bisa matang sebelum waktunya #macakabg bahkan bisa bosok sebelum waktunya hahahaha..  

Ya tapi semua itu harus disyukuri :D pelajaran yang paling bermakna justru bukan di kuliah, tapi di sekeliling kita. Rasanya kuliah sampek overlap (baca: melebih jatah seharusnya hahaha) itu nggak cukup kalau kita nggak belajar mengaplikasikan di lapangan.

Balik lagi yang jelas bulan Mei ini mau banyak-banyak bersyukur sama diri sendiri dan semua yang ada di sekitar :D


Have a Good day! <3 p="">

Minggu, April 13, 2014

Si obat resah


Ada yang tak sempat tergambarkan oleh kata 
ketika kita berdua
Hanya aku yang bisa bertanya
Mungkinkah kau tahu jawabnya -payung teduh

Kadang diam di depan orang yang kita cintai sudah lebih dari cukup. Tapi tertawa bersamanya itu obat dari segala keresahan. Walaupun kata tidak terucap dibalik itu semua. Dan kata tidak bisa mewakili semua perasaan. 

Sekolah negeri atau swasta?


Bulan ini bulan yang sibuk, disamping (masih) mikir urusan kuliah hahahaha #tertawadalamtangis T_T #lebay juga mikir kebutuhan anak-anak menjelang masuk SD. Bukan kesiapan bisa baca sama tulis sih, yaa walaupun ada beberapa orangtua yang khawatir karena takut gak lolos masuk SD karena gak bisa baca sama tulis. Aku sempet mikir gitu juga sih sebenernya, kasian anak-anak yang nanti harus ciut mentalnya sama SD yang sistem penerimaannya model gitu. Yaaa kalau mau dikritik habis-habisan sistem kayak gitu termasuk sistem mematikan pendidikan di Indonesia sih. Eh tapi denger-denger dari orangtua, sistemnya sudah berubah (katanya) model penerimaan pake sistem kayak model pengkotakan berdasarkan kawasan. Jadi diterima/tidak berdasarkan dekat/tidaknya dengan lokasi sekolah. Well, we'll see.. :p Oh ya balik lagi soal persiapaan masuk SD. Sebenernya ada yang harus jauh dipersiapkan sebelum SD ketimbang kemampuan nulis dan baca. Misalnya kesiapan belajar. Aku rasa itu jauh lebih penting, karena tidak semua Sekolah bisa menerapkan belajar sambil bermain, tidak semua guru mau memahami ada anak yang suka nggambar waktu pelajaran tapi dia tetep dengerin. Dan kita nggak bisa nuntut juga semua SD harus seperti gambaran yang seharusnya. 

Oh ya soal SD, kemarin banyak diskusi soal sekolah yang bagus dan berkualitas sama para orangtua waktu rapotan. Lebih bagus mana disekolahkan negeri atau swasta? Lebih baik mana disekolahkan sekolah yang "wow" atau yaudah pilih dekat rumah saja? Ada yang berpikiran sekolah swasta walaupun mahal terjamin kualitasnya. Ada yang berpikir kalau masuk swasta anaknya kurang bisa menghargai temannya yang gak mampu. Ada yang mikir kalau di negeri itu anak kasihan dijejelin banyak tugas dan kebutuhan anak tidak tercukupi, apalagi untuk anak-anak yang spesial. Ada juga orangtua yang percaya bahwa sekolah negeri akan memberikan anaknya bekal yang baik untuk hidup bermasyarakat. Pendapat yang aneh ya? Tapi masuk akal. Di sekolah negeri kita gak bisa seenaknya sendiri. Kita gak bisa nuntut oranglain ngelakuin apa yang kita mau. Misalnya, ketika guru marah dan memberi hukuman.  Mau ngelawan makin diberi hukuman. Di sekolah negeri gurunya cuma 1 muridnya buaaanyaak. Kita dituntut bisa survive dengan cari taktik supaya bisa konsen belajar. Dan bagi orangtua tersebut mereka bisa seperti sekarang.. maksudnya bisa survive berbagai situasi karena didikan sekolah negeri. Ada lagi yang berpikir sekolah dimana saja itu sama, yang penting orangtua selalu memenuhi kebutuhan pendidikan anak dirumah. Untuk yang satu ini aku setuju :D 

Aku pernah diskusi tentang ini sama salah satu dosen, kalau yang membuat banyak yang mengeluh biaya sekolah mahal karena banyak orangtua menginvestasikan anak kepada pihak sekolah. Padahal mau sekolah dimana saja asal orangtua mau memberikan pendidikan di rumah juga sama bagusnya.

Mungkin aku rasa yang jauh lebih bijak biarkan anak-anak memilih sekolah yang mereka inginkan. Biarkan anak-anak melihat dan menilai calon-calon sekolah yang akan mereka masuki. Selebihnya orangtua bisa memenuhi apa yang belum bisa dipenuhi di sekolah. Ngomong kayak gini berasa udah semangat punya anak ajaaaaa :))))))))) bye Goodluck in elementary school kids! <3 nbsp="">